Perkara Supeltas-Gelora Taksi Berakhir Damai

Personel Supeltas (JIBI/SOLOPOS/Dok) SOLO — Perkara antara Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (supeltas) dengan Gelora Taksi Solo berakhir damai setelah mediasi di Kantor Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Solo, Sabtu (13/4/2013). Pihak supeltas dan Gelora Taksi Solo dipertemukan Kanit Laka, AKP Warsono, di ruang kerjanya. “Ya, tadi kami sudah mempertemukan kedua belah pihak. Perkara itu dirampungkan secara kekeluargaan. Permasalahannya hanya miscommunication. Si pengemudi taksi buru-buru mau antar tamu ke bandara agar tak ketinggalan pesawat, sedangkan si supeltasnya menjalankan tugas. Namun, yang jelas tidak sampai terjadi pemukulan, hanya didorong. Tidak ada yang dirugikan. Jadi tidak bisa masuk ke pasal penganiayaan,” ujar Kanit Laka mewakili Kasatlantas Polresta Solo Kompol Matrius, saat dijumpai wartawan, Sabtu siang. Kepala Bagian Operasional Gelora Taksi Solo, Suyanto, pun turut hadir ke ruangan Kanit Laka. Dia mengatakan seandainya sejak dini para supeltas datang ke Gelora Taksi Solo, mungkin persoalannya tidak sampai berlarut-larut lama. “Kami sudah memanggil dua orang sopir taksi terkait perkara itu. Mereka sudah kami klarifikasi, dan ternyata memang benar ada mis komunikasi dengan supeltas. Tapi, masalah itu sudah selesai dengan kekeluargaan,” ujarnya saat bertemu wartawan di Satlantas Polresta Solo. Sementara, Koordinator Supeltas Solo, Rahmat Kartolo, saat dihubungi Espos, mengaku sudah ada kesepakatan antara supeltas dan Gelora Taksi. Menurut dia, pihak Gelora Taksi sudah mengakui kesalahannya dan sudah minta maaf. “Ya, peristiwa itu bisa menjadi pelajaran agar bisa menghargai pengguna jalan lain. Kami terima kasih kepada pihak Gelora Taksi yang sudah minta maaf dan tidak mengulangi lagi. Masalah ini sudah selesai secara kekeluargaan,” ujarnya. lowongan kerja lowongan kerja BOMBAY GORDYN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Sumber: Solopos