Mensos: Indonesia Butuh Kesatria Cendikia di Persaingan Global

Jakarta- Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berharap semakin banyak kesatria cendikia di Indonesia agar mampu bersaing dengan negara maju. Meski saat ini Indonesia sudah banyak memiliki cendikia, tetapi tetap masih dibutuhkan. “Oleh karenanya Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyiapkan pemimpin dan satria cendikia itu,” katanya dalam pembekalan persiapan keberangkatan penerima beasiswa LPDP di Auditoroum Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Kamis (20/10). Mensos berharap para peserta yang akan menimba ilmu di dalam dan luar negeri ini dapat menjadi satria cendikia yang akan pulang dan mengabdi untuk Indonesia. “Mudah-mudahan semangat mereka dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, bertemu pemimpin negerinya, kelak ketika pulang kembali termotivasi untuk membangun negerinya,” ucap Mensos. Melalui kehadiran para anak bangsa ini diharapkan daya saing Indonesia semakin meningkat dan mampu berkompetisi dengan seluruh negara maju di dunia. Sebanyak 122 orang penerima beasiswa LPDP ini merupakan angkatan ke-82. Para mahasiswa yang akan meraih gelar S2 dan S3 ini selain belajar di Indonesia juga akan mengenyam pendidikan di sejumlah negara. Negara tujuan penerima beasiswa LPDP antara lain Amerika Serikat, Inggris, Norwegia, Belanda, Kanada, Denmark, Jepang, Australia, Malaysia, Irlandia, Taiwan, New Zealand, Finlandia, Perancis dan Skotlandia. Koordinator Persiapan Keberangkatan LPDP Mohammad Kamuluddin juga berharap LPDP mampu mencetak pemimpin masa depan dan tercipta pemerataan pendidikan. “Ada kontrak individu, penerima beasiswa wajib kembali ke Indonesia sebagai makna nasionalisme,” ujarnya. Hingga akhir tahun 2016, LPDP memberikan 5.000 beasiswa dalam dan luar negeri. Hingga bulan Oktober sudah diberikan 4.500 beasiswa. Ari Supriyanti Rikin/WBP Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu