Jodi Roura, Si Gembul dari Catalonia

, Barcelona – Jordi Roura berasal dari kota kecil Llagostera, Catalonia, sekitar 100 kilometer dari Barcelona. Saat berusia 14 tahun, ia masuk La Masia, akademi sepak bola milik Barcelona. Di sana ia bertemu Pep Guardiola dan Tito Vilanova. Ketiga remaja tanggung ini punya kesamaan, yakni sama-sama doyan makan. Bahkan, mereka pernah membentuk geng bernama “Grup Rakus”. Kelompok ini sering berkumpul di kantin La Masia. Mereka membawa makanan dari kota masing-masing untuk dilahap bersama. Bertahun-tahun kemudian nasib mempertemukan ketiganya di kursi yang sama: pelatih Barcelona. Pep menjadi pelatih sebelum digantikan Tito Vilanova. Tito belakangan pun harus absen enam pekan lantaran harus menjalani operasi pengangkatan tumor. Roura yang selama ini menjadi asisten Tito kemudian diangkat menjadi pelatih sementara. Keputusan ini, menurut Direktur Olahraga Barcelona Andoni Zubizarreta, sangat tepat. “Kami berada di tangan yang luar biasa.” Zubizaretta tak berlebihan. Selain tumbuh di La Masia, Roura juga pernah masuk tim inti Barca yang dibesut Johan Cruyff. Namun, kariernya sebagai pemain tak berlangsung lama lantaran cedera lutut saat melawan AC Milan di Piala Super Eropa 1989. Roura sempat bergabung dengan Murcia dan Figueres, klub divisi dua liga Spanyol, sebelum akhirnya memilih pensiun dini. Saat itu usianya bahkan belum genap 26 tahun. Roura lantas banting setir menjadi pelatih. Pada 1996-1998, ia terbang ke Jepang untuk membidani klub Yokohama Flugels. Di sana ia berperan sebagai asisten pelatih Carles Rexach. Tak lama di Jepang, ia kembali ke Spanyol untuk membesut tim Divisi III L’Hospitalet. Pada 2009, Roura kembali ke Camp Nou. Pep memanggilnya untuk mengisi posisi sebagai staf teknis. Di sini ia kembali bergaul rapat dengan Vilanova dan menyerap ilmu dari Guardiola. Tiga kawan lama itu pun berkumpul lagi. TOTAL BARCA | | | DWI RIYANTO AGUSTIAR

Sumber: Tempo.co