Truk LPG Terguling Berhasil Dievakuasi, Tol Jagorawi Normal

Bogor – Lebih dari satu hari, truk bahan bakar gas B 9219 UFU berhasil dievakuasi petugas dari ruas Jalan KM 44 Tol Jagorawi sekitar pukul 17.00, Minggu (4/9). Jalur padat Jogorawi dari Jakarta menuju Ciawi dan sebaliknya sudah berjalan nornal pada Minggu petang. Evakuasi tangki LPJ dengan bobot 20 ton yang melintang jalan diangkat dengan menggunakan empat crane . Sebelumnya, usaha pemindahan selalu gagal karena tali penarik kerap putus. Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro, mengakui proses evakuasi tangki berjalan lamban. Semula, dua crane berbobot 25 ton dan 50 ton tak kuat menarik tangki berisi 20 ton itu. Pihak Pertamina kemudian mengerahkan satu crane berbobot 80 ton. Namun, lagi-lagi gagal. Kemudian kembali dikerahkan satu crane berbobot 50 ton. Tak hanya itu, tiga mobil pemadam juga disiagakan guna mencegah kebakaran mengingat truk yang terguling sarat bahan bakar. Evakuasi tangki berhasil sekitar pukul 17.00 WIB atau memakan waktu selama 26 jam sejak Sabtu sore. Truk berpenggerak 14 roda tersebut dipindahkan dan dibawa ke SPBE Ciawi. “LPG akan dipindahkan ke tangki yang baru di SPBE Ciawi untuk kemudian langsung didistribusikan ke SPBE Megamendung,” kata Wianda. Pihak Pertamina memastikan tidak ada kebocoran tangki pada saat evakuasi berlangsung. Karena setiap pergerakan tangki bermuatan LPG itu diperiksa oleh tim teknis dari Pertamina. “Semua berjalan lancar,” tambah Wianda. Sementara, penutupan jalur dari arah Jakarta menuju Puncak-Sukabumi sempat mengakibatkan antrean panjang. Begitu juga arah sebaliknya. Kepadatan juga terjadi mulai pintu keluar Tol Bogor hingga KM 33 Tol Jagorawi. “Di jalur Puncak macet dari Simpang Gadog sampai Taman Wisata Matahari. Antrean juga terjadi dari enterchange Bogor,” kata Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Bogor, Ajun Komisaris Besar AM Dicky di lokasi Kronologis Kejadian tersebut bermula saat truk pengangkut bahan bakar gas B 9219 UFU yang dikemudikan Asep Sunendi terbalik sekitar pukul 16.00, Sabtu kamarin. Kendaraan kapsul elpiji datang dari arah Jakarta menuju Ciawi, setiba di lokasi kejadian mengalami gangguan pada bagian mesin kemudian kendaraan berhenti di bahu jalan. Lalu pengemudi membuka kap mesin, tiba- tiba kendaraan bergerak mundur ke belakang ke jalur tanpa pengemudi akibat rem tangan tidak maksimal kemudian kapsulnya terbalik miring di antara lajur 1 dan lajur 2. Vento Saudale/JAS BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu