Timnas U-22 Kantongi Kekuatan Australia dan Jepang

, Jakarta – Tim nasional Indonesia usia di bawah 22 tahun (U-22) telah mengantongi kekuatan dua lawan utama, Australia dan Jepang, dalam Pra-Piala Asia di Pekanbaru, Riau, mulai 5 Juli mendatang. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pun optimistis target runner-up yang dibebankan kepada timnas mampu diwujudkan. “Tim U-22 Australia tidak begitu kuat. Sedangkan Jepang akan diisi banyak pemain jebolan U-17 mereka. Saya pikir kita bisa menyaingi mereka,” kata Koordinator Timnas PSSI Bob Hippy di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, 2 Juli 2012. Tim pelatih pun, kata Bob, telah menyusun strategi untuk mengantisipasi dua negara kuat sepak bola Asia tersebut. “Yang penting, jangan main terbuka dan bermain bola panjang. Mereka kan punya postur yang bagus,” ujar Bob. Pelatih timnas U-22, Aji Santoso, berharap Andik Vermansyah cs bermain lepas dan tidak terbebani target yang dipatok PSSI. “Australia dan Jepang memang dua tim terkuat. Tapi para pemain tidak usah terbeban. Tugas para pemain hanya bermain lepas, semangat, dan pantang menyerah,” ujar Aji. “Keluarkan semua kemampuan dan jalankan instruksi pelatih dengan baik. Kalah atau menang, itu tanggung jawab pelatih, terutama pelatih kepala,” kata Aji lagi. Menurut Aji, semua pemain dalam kondisi bagus dan optimistis. Tidak bergabungnya para pemain Liga Super Indonesia (LSI), menurut dia, tidak menjadi masalah bagi para pemain dan tim pelatih. “Saya akan maksimalkan semua yang ada saja, meski tidak ada pemain dari Liga Super Indonesia,” kata Aji. Meski para pemain LSI telah diberi tenggat untuk bergabung ke timnas pada hari ini, kata AJi, tidak seorang pun dari mereka yang bergabung ke Pekanbaru. “Tidak ada pemain LSI. Hanya pemain LPI, tujuh pemain amatir dari Divisi Satu, dan beberapa pemain hasil Pekan Olahraga Nasional (PON),” kata mantan pelatih Persebaya Surabaya tersebut. Sebelumnya, tiga pemain asal LSI sempat bergabung ke pemusatan latihan timnas U-22, yaitu pemain Sriwijaya, Septia Hadi, serta dua pemain Persija LSI, Andritany dan Rudi Setiawan. Namun, menjelang keberangkatan ke Pekanbaru, tiga pemain tersebut kembali ke klub masing-masing. Aji beralasan, kembalinya tiga pemain itu karena klub membutuhkan tenaga mereka di sisa kompetisi. Namun besar kemungkinan ada hubungannya dengan surat Ketua Umum PSSI versi Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), La Nyalla Mattalitti, bernomor 025/EXCO-PSSI/VI/2012 tanggal 26 Juni 2012 mengenai pelarangan para pemain LSI untuk memperkuat timnas U-22 dalam Pra-Piala Asia U-22. Pada Pra-Piala Asia U-22 kali ini, Indonesia tergabung di Grup E bersama Jepang, Australia, Makau, Singapura, dan Timor Leste. Pada pertandingan pertama, timnas akan berhadapan dengan Australia pada 5 Juli 2012. ARIE FIRDAUS

Sumber: Tempo.co