Persiba tak mau anggap enteng Persija

Sindonews.com – Persiba Bantul sama sekali tidak meremehkan Persija IPL dalam laga lanjutan Indonesian Premier League (IPL) yang digelar di Stadion Sultan Agung, Minggu besok (26/5/2013). Laskar Sultan Agung tetap memandang Persija IPL sebagai tim yang tangguh meski saat ini sedang berada di dasar klasemen IPL 2013. Kepala Pelatih Persiba M. Basri mengingatkan agar laga kontra Persija IPL tidak dilihat dari tabel klasemen. “Apakah kita bisa dengan mudah mengalahkan Persija IPL? Kami kira tidak, Persija IPL tetap menjadi tim yang tangguh. Jadi jangan dilihat saat ini mereka di klasemen buncit,” katanya, Jumat (24/5/2013). Di tabel klasemen, perbedaan Persiba dengan Persija memang jomplang. Tim kebanggaan publik Bantul ini bertengger di posisi 5 besar dengan 13 poin hasil dari tujuh laga yang sudah dijalani. Sedangkan Persija IPL sejauh ini baru sama sekali belum mengemas kemenangan dari tujuh laga yang sudah dilakoni, imbang sekali dan kalah enam kali. Dalam laga tersebut, meski bermain di stadion yang menjadi kandang Persiba, namun status tuan rumah menjadi milik Persija. Dalam setiap laga yang digelar di Stadion Sultan Agung, Persiba selalu meraih kemenangan bahkan dengan skor besar. Empat kemenangan Persiba terhadirkan di stadion berkapasitas 25.000 penonton ini, masing-masing mengalahkan PSLS Lhokseumawe 4-1, Persiraja 4-0, Persema Malang 5-0 dan PSIR Rembang 7-1. M. Basri mengatakan agar para pemainnya tidak mengandalkan dengan rekor positif di Stadion Sultan Agung. Dia menilai, pada suatu kompetisi, tim bisa mengalami masa keterpurukan, mungkin seperti yang dialami tim asal ibukota tersebut. Namun, dalam sepakbola atau di atas lapangan, tidak ada yang tahu masa kebangkitan sebuah tim. “Siapa tahu, mereka (Persija IPL) yang saat ini terpuruk tiba-tiba bisa comeback (bangkit) saat melawan kita. So, meski kita memiliki rekor bagus di (Stadion) Sultan Agung, kita tetap waspada,” ungkap pelatih gaek kelahiran Makassar ini. Eks pelatih timnas ini mengakui, peluang untuk memenangi pertandingan tetap terbuka lebar. Salah satuyang menjadi kunci adalah tidak meremehkan kekuatan lawan. “Kuncinya tidak meremehkan lawan dan tetap memaksimalkan performa terbaiknya. Jika itu bisa dilakukan, kami optimitis bisa merebut tiga angka dari Persija,” tegasnya. Optimistisme juga didukung faktor pemain yang sejauh ini tidak ada yang mengalami cedera, sehingga bisa main dengan kekuatan penuh alias full team. Satu yang menjadi kekawatiran pelatih kelahiran 5 Oktober 1942 ini adalah libur panjang yang diberikan kepada pemain. “Biasanya usai libur panjang, kondisi fisik dan stamina pemain drop. Kami harap hal itu tidak terjadi. Sebelum menghadapi laga melawan Persija, anak-anak sudah dilatih mengembalikan kebugaran,” jelasnya. ( wbs ) dibaca 3.078x

Sumber: Sindonews