KPK akan Lacak Aset Anas Rp 2 Triliun di Singapura

JAKARTA, RIMANEWS — Terpidana kasus korupsi yang juga mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazarudin mengungkapkan adanya aset Anas Urbaningrum sebesar Rp 2 triliun yang disimpan di Singapura. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menelusuri dugaan kepemilikan aset tersebut dalam kasus Anas.”Kalau itu disampaikan Nazar, akan divalidasi apakah itu didukung bukti atau tidak,” kata juru bicara KPK, Johan Budi SP dalam jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Rabu (29/1). Johan menjelaskan sampai saat ini tim penyidik KPK belum melakukan penelusuran terhadap aset milik Anas di luar negeri. Masalahnya KPK belum pernah melakukan penelusuran aset tersangka kasus korupsi di luar negeri. Kalau pemeriksaan saksi-saksi di luar negeri, lanjutnya, KPK akan melakukan mutual legal assistance (MLA). Akan tetapi, ia tidak menutup kemungkinan jika memang ada hubungan antar negara Indonesia dengan Singapura, penelusuran aset tersebut akan dilakukan. Dibantu Dua Orang Baca Juga Pria Malaysia sembunyikan 900 gram heroin di celana dalam Saipul Jamil tersangka suap Kapolri Sering Tidak Tahu Anak Buahnya Dipanggil KPK atau Pengadilan KPK Banding Atas Vonis Terhadap Panitera PN Jakpus KPK Tetapkan Pejabat Bakamla Tersangka Suap Mantan bendahara umum Partai Demokrat, M Nazarudin menyebut Anas Urbaningrum menyimpan uang sebesar Rp 2 triliun di Singapura. Melalui kuasa hukumnya, Nazar menyebut ada dua orang yang membantu Anas untuk menyimpan uang tersebut. “Selain M Rahmat (staf Anas), yang bantu itu Fahmi dari swasta,” kata kuasa hukum Nazar, Elza Syarief di gedung KPK, Jakarta, Rabu (29/1). Elza memaparkan, Nazar mengungkapkan uang tersebut memang sengaja dibawa lari ke Singapura. Yaitu untuk persiapan Anas maju sebagai capres pada 2014. Uang itu juga termasuk sebagai negosiasi untuk membeli perusahaan iklan. Dalam hal itu, Nazar mengaku terlibat juga dalam membantu Anas. Uang tersebut disimpan dalam safe deposit box di sebuah bank swasta. Namun Nazar tidak menyebutkan bank tempat menyimpan uang itu. Uang tersebut, lanjut Elza, berasal dari 20 kasus yang diungkap Nazar dalam pemeriksaan di KPK. Dari 20 kasus tersebut, Nazar sudah mengungkap sebanyak 12 kasus, termasuk proyek KTP elektronik atau e-KTP. “Iya Nazar terlibat. Dia ada di situ juga, bersama-sama. Uang itu berasal dari 20 kasus, yang sudah dibuka 12 kasus termasuk e-KTP. Jadi satu persatu sudah dibuka oleh KPK, e-KTP kan data-datanya dari Nazar. Bentuknya ada yang SGD (dolar Singapura) dan USD (dolar AS),” papar Elza. [ mrheal / Rpk / Rm ] Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Fokus Isu , KPK , Singapura , Anas , Fokus Isu , KPK , Singapura , Anas , Fokus Isu , KPK , Singapura , Anas

Sumber: RimaNews