Irfan Bachdim Terancam Sanksi Larangan Bermain di Timnas

, Jakarta – Pemain depan Persema Malang, Irfan Bachdim, terancam sanksi larangan bermain di tim sepak bola nasional (timnas), baik di timnas senior maupun timnas U-23. Bachdim akan memenuhi panggilan Komisi Disiplin PSSI, Selasa siang, 18 Oktober 2011. “Saya sudah kontak, besok dia akan datang ke PSSI, sekarang dia masih di Malang. Besok akan ada investigasi untuk menyelidiki alasannya apa tak hadir saat TC (training center),” kata Ketua Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Bernhard Limbong di kantor PSSI, Senin, 17 Oktober 2011. Pemanggilan Bachdim oleh Komisi Disiplin terkait mangkirnya suami Jennifer Kurniawan ini dalam latihan timnas U-23 yang dibesut Pelatih Rahmad Darmawan. Manajer timnas U23 telah melayangkan surat panggilan ke Persema, klub Bachdim, 12 Oktober. Tapi hingga Ahad kemarin Bachdim belum juga muncul di timnas U-23. Hal ini membuat Pelatih Rahmad Darmawan berang. Usai pertandingan uji coba antara timnas U-23 melawan Persiba Bantul Ahad malam, Rahmad mengatakan dirinya telah mencoret nama Irfan Bachdim dari daftar skuad yang akan berlaga di ajang Sea Games nanti. Ia menyerahkan persoalan Bahcdim ke Komisi Disiplin. Limbong mengatakan Rahmad Darmawan memiliki kewenangan untuk menentukan siapa pemain yang ia pilih atau ingin ia coret. Karena itu Komisi Disiplin, kata Limbong, tidak akan mempertanyakan keputusan Rahmad mencoret Bachdim. “Bagi RD (Rahmad Darmawan), loyalitas pemain sangat penting,” kata Limbong. Dalam pemeriksaan nanti, Limbong melanjutkan, Komisi Disiplin akan mencari alasan sebenanrnya mengapa Bachdim sampai mangkir dari panggilan timnas. Limbong menyayangkan jika alasan mangkirnya Bachdim hanya karena kesibukannya syuting iklan. “Kalau dia berlasan karena syuting iklan, kalau begitu berarti meremehkan kita. Tinggalkan saja sepak bola,” kata Limbong. Limbong mengingatkan nama Irfan Bachdim menjadi besar dan popular karena sepak bola. Karena itu, sebagai pemain bola, Bahcdim diminta bersikap profesional. “Kalau mau syuting, kan bisa manfaatkan jeda waktu. Latihan (timnas), kan, pagi dan sore. Bisa siang untuk syuting,” katanya. Dwi Riyanto Agustiar

Sumber: Tempo.co