Duel Duo Mario

, Warsawa – Gomez dan Balotelli akan saling hantam saat Jerman bertemu Italia, Jumat dini hari nanti. Keduanya sama-sama memiliki nama depan Mario. Namun masing-masing punya julukan berbeda. Gomez mendapat julukan “Super Mario”. Sementara Balotelli dijuluki “Little Mario”. Duo Mario ini sebenarnya sama tajam di lini depan. Bedanya hanya di konsistensi. Gomez selalu tampil konsisten bersama Jerman. Grafiknya terus naik sejak pertandingan perdana Piala Eropa. Saat melawan Portugal, dia mencetak satu gol. Lalu saat melawan Belanda dia mencetak 2 gol. “Saya akan terus melanjutkan penampilan saya. Saya penasaran apa yang akan terjadi dalam pertandingan selanjutnya,” kata Gomez. Tiga gol yang telah dibungkusnya membuatnya sejajar dengan Cristiano Ronaldo, Mario Mandzukic, dan Alan Dzagoev. Sementara Balotelli tampil angin-anginan. Grafiknya naik-turun. Saat melawan Spanyol, dia bahkan tampil buruk. Tapi kemudian menebusnya dengan mencetak gol indah ke gawang Irlandia. Pemain Manchester City ini baru mengoleksi satu gol. Mental Balotelli memang belum sebesar nama besarnya. Dia hebat, tapi labil. Bahkan rekan satu timnya di tim nasional Italia, Daniele de Rossi, menasihatinya, “Dia harus lebih dewasa.” De Rossi adalah orang pertama yang memberi gelar “Little Mario” untuk Balotelli. Sebelumnya Balotelli juga kerap dijuluki “Peterpan”, karakter fiksi ciptaan JM Barrie, yang menolak tumbuh dewasa. Balotelli sendiri tak ambil pusing dengan segala sebutan. Baginya yang terpenting adalah mencetak gol. “Saya bukan Super Mario atau Mario yang Bodoh, saya hanya Mario,” katanya. “Dan saya tidak perlu membuktikan kepada siapa pun.” Balotelli pada Agustus nanti genap berusia 21 tahun. Ia memang baru mencetak satu gol di Piala Eropa 2012. Tapi, kata dia, “Bukan berarti saya telah menarik tuas rem tangan. Saya akan mencetak gol lagi dan itu akan terjadi.” Balotelli mungkin akan membuktikan janjinya Jumat dini hari nanti. Mungkin juga tidak. Sebab, siapa pun tahu, pemain yang diilustrasikan mirip King-kong oleh Gazetta dello Sport, harian yang terbit di Milan, Ahad lalu, itu sangat labil. | | | DWI RIYANTO AGUSTIAR

Sumber: Tempo.co