SOLO GREAT SALE 2016 Perputaran Uang di SGS 2016 Naik 300%

Solo Great Sale 2016, BI Solo mencatat perputaran uang selama Februari mencapai Rp600 miliar. Solopos.com, SOLO– Pelaksanaan Solo Great Sale 2016 (SGS) memberi dampak kenaikan perputaran uang di Kota Bengawan. Bank Indonesia (BI) Solo mencatat pada Februari, perputaran uang mencapai Rp600 miliar. Kepala Perwakilan BI Solo, Bandoe Widiarto, menyampaikan data outflow atau uang yang keluar dari BI in line atau sesuai dengan capaian transaksi yang dicatat oleh panitia SGS, yakni Rp161 miliar atau naik dua kali lipat jika dibandingkan dengan SGS tahun lalu. Jumlah peserta SGS yang naik lebih dari dua kali lipat, yakni dari 512 peserta menjadi 1.202 peserta dinilai menjadi salah satu penyebab tingginya kenaikan transaksi. “BI mencatat pada Februari ini outflow mencapai Rp600 miliar naik tiga kali lipat dari Januari yang hanya Rp200 miliar. Kondisi ini juga naik jika dibandingkan dengan Februari tahun lalu, yakni Rp512,3 miliar,” ungkap Bandoe kepada Solopos.com seusai penutupan SGS, Senin (29/2/2016). Hal tersebut menunjukkan adanya pergerakan ekonomi yang disebabkan pelaksaan SGS. Dia menilai, pelaksanaan SGS ini tepat dilakukan di saat low season karena dapat mendongkrak aktivitas perekonomian dan transaksi masyarakat. Apalagi pada kegiatan tersebut, banyak yang terlibat dari ritel, UMKM, hingga transportasi massal, seperti maskapai dan kereta api. Lebih lanjut, Bandoe mengatakan BI juga mendukung program SGS dengan mengikutsertakan 12 UMKM binaannya di Pameran Great Sale yang diadakan di Solo Paragon Lifestyle Mall. Dia menyampaikan hal tersebut juga untuk membantu pengembangan UMKM dengan memfasilitasi pemasaran. Tercatat selama pameran tersebut terdapat transaksi Rp25 juta untuk 12 UMKM binaan BI. Namun potential buyer tercatat mencapai Rp1,8 miliar, terutama untuk kain goyor. “UMKM yang diikutkan dalam pameran di antaranya yang memproduksi batik bekonang, batik laweyan, kerajinan lokal, dan lainnya. Selain itu, perbankan juga dilibatkan untuk memberikan edukasi dan konsultasi mengenai produk perbankan kepada masyarakat,” ujarnya. Assistant Store Manager Centro Sopar Mall, Heppy Anggi Nugroho, mengatakan antusiasme konsumen tinggi terhadap program SGS. Dia mengatakan promo produk 80% bahkan telah habis sebelum penutupan SGS. Meski begitu, diakuinya target pertumbuhan penjualan sebanyak 20% belum tercapai, yakni hanya tercapai 13%. Dia menilai hal tersebut dipengaruhi jumlah peserta yang lebih banyak dan kebanyakan masyarakat membeli produk kuliner. Menurut dia, kebanyakan yang ingin membuat kartu SGS adalah konsumen yang berasal dari Solo dan sekitarnya. Konsumen luar kota biasanya enggan menukarkan poin karena biasanya berkunjung saat liburan atau akhir pekan sehingga tidak berharap mendapat hadiah undian. Namun member Centro bertambah, terutama konsumen asal Semarang dan sekitar Solo. lowongan kerja lowongan kerja TOKO ESTU LUWES, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Sumber: Solopos