Sedikit Orang Menguasai Setengah Kekayaan Dunia

RIMANEWS – Laporan berjudul “working for the few” yang diterbitkan organisasi nirlaba internasional berbasis di Inggris Oxfam, menyebut setengah kekayaan dunia dimiliki hanya oleh satu persen penduduknya. Laporan tersebut diterbitkan tepat sehari sebelum forum ekonomi dunia (WEF) tahunan dihelat di Davos, Swiss, 22-25 Januari 2014. Kebetulan tema yang akan menjadi fokus diskusi WEF terkait disparitas pendapatan antar-penduduk dunia yang meningkat cepat. Baca Juga Wanita Muslim akan jadi perdana menteri Rumania Pria Malaysia sembunyikan 900 gram heroin di celana dalam Kepsek di China diskors setelah 400 siswanya ujian di tengah kabut polusi Laporan Oxfam menyimpulkan bahwa kekayaan senilai USD 110 triliun yang dimiliki satu persen orang terkaya di Bumi itu 65 kali lebih banyak ketimbang total harta seluruh penduduk miskin. Orang terkaya tersebut kian meningkatkan pengaruhnya di 24 dari 26 negara yang disurvey pada rentang 1980 hingga 2012. Penelitian tersebut didasarkan pada data laporan kekayaan dunia yang diterbitkan Credit Suisse dan daftar orang terkaya dunia milik Forbes. “Dalam 30 tahun terakhir tujuh dari sepuluh orang hidup di negara yang kesenjangan ekonominya terus meningkat,” kata Nick Galasso, salah satu co-authors laporan Oxfam, seperti dikutip USA TODAY, Rabu (22/1) “Ini adalah tren yang terus bergulir secara global selama dua-tiga dekade. Apa yang belum kita lihat adalah adanya keinginan politik untuk menekannya.” Desember lalu, Presiden Amerika Serikat Barrack Obama mengatkan bahwa ketimpangan ekonomi yang meningkat adalah sebuah tantangan sebenarnya bagi masyarakat dunia. Laporan Oxfam kembali menyebut, “Di AS, satu persen orang terkaya sejak 2009 telah memanfaatkan 95 persen pertumbuhan ekonomi pascakrisis finansial. Sementara 90 persen penduduk lainnya menjadi miskin.” Menurut laporan tersebut, sumber daya ekonomi yang dikuasai hanya oleh segelintir orang merupakan sumber ancaman untuk sistem politik dan ekonomi inklusif. “Alih-alih bisa mendorong kemajuan bersama, masyarakat akan terbelah oleh kekuasaan politik dan ekonomi. Ini akan meningkatan tensi sosial dan risiko perpecahan masyarakat.” Forum Ekonomi Dunia telah mengidentifikasi, masalah ketimpangan pendapatan adalah salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dunia tahun ini. Masalah tersebut akan akan menjadi topik utama yang akan dibahas dalam pertemuan tahunan di Davos, Swiss. “Laporan Oxfam merupakan bentuk konfirmasi lebih lanjut mengenai ekonomi global yang sudah berubah bentuk. Ada ketimpangan yang belum pernah kami lihat sejak 1920-an,” kata Philip Jennings, sekretaris Jenderal UNI Global Union.[Ian/mrdk] Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Internasional , orang kaya , Kekayaan Dunia , Oxfam , Internasional , orang kaya , Kekayaan Dunia , Oxfam , Internasional , orang kaya , Kekayaan Dunia , Oxfam

Sumber: RimaNews