Persib fokus 100 persen

Sindonews.com – Kepastian penyelenggaraan kompetisi Indonesia Super League (ISL) membuat pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman kini bisa lebih berkonsentrasi mempersiapkan timnya menghadapi laga perdana ISL kontra Persipura Jayapura di Bandung, Minggu (13/1) mendatang. Tarik ulur penyelenggaraan kompetisi yang digelar PT Liga Indonesia tersebut, sudah cukup untuk membuat pikiran dan perasaan Djanur tidak tenang. Jika gagal terlaksana, pengorbanan yang dilakukan selama berbulan-bulan, sejak menggelar September lalu, tentu akan menjadi sia-sia. “Saya kira kabar ini tidak hanya menyenangkan dan melegakan buat kita. Klub-klub yang berkompetisi di ISL pun pasti merasakan hal yang sama. Paling tidak buat kita kini bisa lebih fokus ke pertandingan melawan Persipura nanti,” jelas Djanur. Secara teknis, Djanur menjamin timnya dalam kondisi siap tempur menghadapi kecepatan para pemain Mutiara Hitam yang notabene kembali difavoritkan jadi juara ISL musim ini. “Memang, penyelesaian akhir masih kurang. Tapi, stamina pemain sudah cukup baik,” ujar Djanur. Hal senada diungkapkan Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar. Sosok yang juga menjabat sebagai Komisaris PT PBB tersebut, mengaku senang akhirnya izin pihak keamanan untuk kompetisi ISL diterbitkan Mabes Polri meski dengan sejumlah syarat yang mesti dipenuhi PT Liga selaku operator kompetisi maupun klub-klub yang berkompetisi didalamnya. Dengan keluarnya izin keamanan tersebut, Maung Bandung semakin fokus untuk menghadapi laga perdana lawan Persipura. “Kita harapkan para pemain dan pelatih, bisa lebih fokus menyiapkan tim menuju pertandingan melawan Persipura nanti,” tegas Umuh. Duel kedua tim sendiri dijadwalkan akan dilaksanakan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang. Meski belum mendapatkan kepastian 100% dari pengelola Stadion Si Jalak Harupat. Namun, secara lisan Bupati Bandung, Dadang M Naser beberapa waktu lalu sudah menyampaikan dukungannya kepada Persib untuk memainkan laga kandang di Soreang. “Untuk laga kandang kita main di Jalak Harupat hingga usai kompetisi. Tapi kita sewa per pertandingan, tidak langsung bayar satu musim,” papar Umuh. Terlepas dari itu, penyelenggaraan ISL musim 2013 belum bisa dikatakan 100% terlaksana. Sebab Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) kabarnya siap mengganjal pelaksanaan ISL, jika PT Liga tidak memenuhi janjinya untuk menyelesaikan persoalaan tunggakan gaji pemain yang menimpa sejumlah klub dibawah naungan PT Liga. APPI memberikan batas waktu hingga Sabtu (12/1) kepada PT Liga dan klub-klub yang masih menunggak gaji untuk menyelesaikan masalah gaji. Jika tidak APPI siap mengintruksikan para pemain nasional maupun asing untuk memboikot pelaksanaan kompetisi ISL. Serta memberikan rekomendasi kepada BOPI maupun Mabes Polri untuk menarik kembali izin pelaksanaan ISL. ( wbs ) dibaca 1.185x

Sumber: Sindonews