Perang Ukraina Tewaskan Wartawan Rusia

RIMANEWS (17/6) – Pewarta televisi negara Rusia meninggal akibat luka setelah dilarikan ke rumah sakit di wilayah bergolak Ukraina timur, Lugansk, kata dokter kepala rumah sakit itu kepada AFP. “Dia tidak sadar ketika tiba dan meninggal dalam perjalanan ke kamar bedah,” kata dokter rumah sakit kebupaten Lugansk, Fedir Solyanyk, lewat telepon. Dokter itu menyatakan Igor Kornelyuk, pewarta kelompok media negara Rusia VGTRK, mengalami luka berat di perut sesudah terkena pecahan peluru dari yang diduga ranjau atau granat. Juru bicara pemberontak Lugansk kepada AFP melalui telepon menyatakan Kornelyuk dan teknisi suaranya, Anton Voloshin, terjebak di tengah serangan granat luncur pasukan Ukraina di wilayah perbatasan Rusia. Juru bicara pemberontak itu mengatakan nasib Voloshin dan sekitar 15 pejuang, yang bersama awak televisi Rusia itu, belum jelas. Pejabat keamanan Ukraina belum mengeluarkan tanggapan. Kornelyuk adalah wartawan kedua tewas di Ukraina timur sejak pertempuran pecah pada tengah April. Juru foto Italia Andrea Rocchelli dan pembantunya asal Rusia Andrei Mironov tewas di luar Slavyansk di wilayah Donetsk tetangganya pada akhir May. Badan keamanan Ukraina menahan dua wartawan televisi Rusia, yang bekerja pada saluran Kementerian Pertahanan, setelah ditangkap di pos pemeriksaan saat akan meninggalkan daerah bergolak timur, kata stasiun televisi itu. Kedua wartawan Evezda atau saluran Star itu -Nikita Konashenkov dan Yevgeny Davydov- ditangkap sehari sebelumnya oleh Pengawal Negara Ukraina ketika akan menuju bandar udara sesudah meliput pertempuran di Ukraina timur antara pasukan pemerintah dengan pemberontak. “Pemimpin stasiun itu menyeru Presiden Ukraina Petro Poroshenko membebaskan mereka,” kata pernyataan lembaga siaran milik tentara itu. Imbauan itu dikeluarkan setelah muncul pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Rusia, yang mengecam Ukraina karena menginjak-injak hak media Rusia. Dua wartawan lain dari media sama dibawa dari tempat tahanan Ukraina setelah ditahan selama beberapa hari atas dugaan mengumpulkan laporan sandi tentang gerakan tentara pemerintah. Wartawan menjadi sasaran semua pihak dalam perang hampir dua bulan di Ukraina timur itu, dengan wartawan Ukraina dan Barat juga ditahan pemberontak. (rim/atr/afp/fr) Baca Juga Anggota parlemen Ukraina sebut pembunuh dubes Rusia pahlawan Hubungan Rusia-AS membeku Amerika bantah terlibat pembunuhan dubes Rusia Rusia Tuding NATO Terlibat Penembakan Dubesnya di Ankara Pria Turki Lepaskan Tembakan di Depan Kedubes AS Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Internasional , wartawan , Rusia , Ukraina , Internasional , wartawan , Rusia , Ukraina

Sumber: RimaNews