Jelang Lebaran, IKAPPI Temukan Banyak Makanan Kedaluarsa

RIMANEWS – Beberapa hari menjelang lebaran, Tim Investigasi DPP IKAPPI mencoba melakukan beberapa pengumpulan data terkait kualitas mata dagangan di beberapa supermarket dan minimarket di jabodetabek. Dari pemantauan tersebut, IKAPPI banyak menemukan penjualan beberapa barang konsumsi yang kadaluwarsa maupun penjualan daging yang tidak layak konsumsi dan juga beberapa barang yang tidak memiliki SNI. Baca Juga Fitch Rating tingkatkan rating kredit Indonesia DPR: tak ada kemiripian uang rupiah baru dengan yuan Pelabuhan di bawah Pelindo I siap hadapi natal “Ini cukup mengejutkan bagi kami, karena dalam budaya konsumsi masyarakat kita yang besar terlebih menjelang lebaran, konsumen jarang sekali mau meneliti kualitas barang yang mereka beli,” demikian disampaikan Ketum IKAPPI Abdullah Mansuri, Minggu (27/7). Ia mencontohkan, seperti mengecek batas kadaluwarsa yang semestinya menjadi kesadaran bagi setiap konsumen. Bila pihak supermarket maupun minimarket lalai dalam melindungi konsumen, maka setidaknya pihak konsumen harus melindungi diri nya sendiri dengan melihat batas kadaluwarsa setiap barang yang mereka beli. Peredaran daging tidak layak konsumsi di beberapa supermarket selama ramadhan juga di konfirmasi oleh temuan pemerintah beberapa hari yang lalu. “Artinya para konsumen harus tetap waspada dalam memilih barang konsumsi seperti daging yang selalu di buru menjelang lebaran,” katanya. Tak hanya itu, IKAPPI juga menemukan masih banyak mainan impor yang dijual di berbagai supermarket yang tidak memiliki SNI. “Jelas ini dapat merugikan pihak konsumen. Kami khawatir mainan impor yang mayoritas berasal dari Cina tersebut tidak memenuhi standar nasional seperti mengandung bahan bahan berbahaya dan bentuk nya yang dapat membahayakan anak anak,” tegasnya. Untuk itu, IKAPPI menghimbau masyarakat untuk berhati hati dalam membeli produk produk mainan yang berasal dari Cina dan tidak memiliki SNI. Sekalipun barang tersebut di jual di Supermarket atau minimarket terkenal. Karena itu buka jaminan. IKAPPI juga meminta kepada instansi terkait untuk juga memantau peredaran barang di supermarket dan minimarket di seluruh Indonesia. Apakah sudah memenuhi standar perlindungan terhadap konsumen atau tidak. IKAPPI mengapresiasi pengawasan terhadap peredaran barang di pasar tradisional yang dilakukan oleh pemerintah sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen. “Namun IKAPPI juga meminta agar pengawasan atas peredaran barang di supermarket dan minimarket juga di tingkatkan. Agar para konsumen dapat di lindungi secara utuh,” ujarnya. Kepada masyarakat Indonesia, pihaknya pun mengajak untuk terus berbelanja di pasar tradisional. Selain lebih murah, mata dagangan di pasar tradisional juga jauh lebih segar. Tidak hanya mrmbantu menolong masyarakat di lapisan paling bawah, belanja di pasar juga memperkuat ekonomi bangsa. “Ayo kembali belanja ke Pasar Tradisional,” pungkasnya. (IM/RM) Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : jelang lebaran , Suprmarket , Ekonomi

Sumber: RimaNews