Ini Strategi Blue Bird Hadapi Transportasi Online

‪Jakarta – Sejak kemunculan layanan transportasi online seperti Grab, Go-Jek, dan Uber, tidak dipungkiri kalau bisnis taksi Blue Bird di Indonesia cukup terganggu. Namun Blue Bird tak lantas berdiam diri. Pertengahan 2016, mereka juga telah meluncurkan versi terbaru dari aplikasi My Blue Bird untuk menjangkau masyarakat yang mulai terbiasa melakukan pemesanan secara online . Marketing Director Blue Bird, Febby Intan menyampaikan, untuk bisa bersaing dengan layanan transportasi online , Blue Bird lebih memilih untuk melakukan perbaikan layanan dan juga menghadirkan fitur-fitur baru yang memang dibutuhkan penggunanya. “Kita harus memanfaatkan kekuatan Blue Bird yang tidak dimiliki layanan transportasi online. Kita mungkin belum bisa head to head langsung, tapi lebih melihat apa yang bisa kita improve . Apalagi aplikasi My Blue Bird juga baru kan. Kita masih terus melihat apa yang dibutuhkan customer , misalnya pada saat melakukan pemesanan, pada saat di dalam kendaraan, dan setelah selesai perjalanan. Itu yang harus terus kita improve ,” ujar Febby Intan, di Jakarta, Jumat (9/12). Di saat layanan transportasi online sangat gencar memberikan tarif promo, Blue Bird juga tak mau ketinggalan melakukan hal serupa. Namun dikatakan Febby, hanya sekedar memberikan promo tidaklah cukup. Harus ada cerita menarik di balik tarif promo yang diberikan, misalnya ikut meramaikan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2016 dengan menghadirka program “Kemana Aja, 20 Ribu”. Penambahan fitur-fitur terbaru juga terus dilakukan, salah satunya fitur “Easy Ride”, di mana pengguna aplikasi My Blue Bird bisa langsung naik taksi seperti biasa, setelah itu proses pembayarannya bisa dilakukan lewat aplikasi. Fitur-fitur lainnya seperti Advance & Multiple Booking untuk mementukan sendiri jadwal penjemputan dan pesan taksi lebih dari satu tujuan, fitur Share My Journey untuk berbagi lokasi dengan pengguna lain agar merasa lebih aman, fitur Rating System , hingga pembayaran non tunai. Saat ini pengguna aktif aplikasi My Blue Bird mencapai 250.000, di mana lebih dari 10 persennya sudah memanfaatkan metode pembayaran non-tunai. Herman/YUD BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu