Hari Ibu ke-88, Kontribusi Perempuan Indonesia Makin Nyata

Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise mengatakan peranan dan kontribusi kaum perempuan dalam pembangunan nasional sangat besar di berbagai bidang. Yohana mengatakan seiring perkembangan zaman dan globalisasi yang terus bergulir, kontribusi kaum perempuan makin nyata, baik di bidang ekonomi, hukum, sosial, dan budaya. “Di Indonesia, saat ini telah banyak kaum perempuan yang memiliki peran dan posisi strategis di berbagai kehidupan bangsa. Ini membuktikan bahwa perempuan apabila diberi peluang dan kesempatan mampu meningkatkan kualitas hidupnya secara mandiri,” ujar Yohana dalam sambutan tertulis, yang dibacakan Sekretaris Kementerian PPPA Wahyu Hartomo pada upacara Peringatan Hari Ibu Kementerian/Lembaga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/12). Dia mengatakan, dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara, kaum perempuan juga mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan (agent of change). “Saya mengajak semua masyarakat, khususnya kaum perempuan Indonesia untuk terus berkarya, mampu menjaga sosok yang mandiri, kreatif, inovatif, percaya diri dan meningkatkan kualitas dan kapabilitas dirinya, sehingga bersama laki-laki menjadi kekuatan yang besar dalam membangun bangsa,” katanya. Yohana mengatakan, peringatan Hari Ibu di Indonesia dilandasi tekad dan perjuangan kaum perempuan untuk mewujudkan kemerdekaan dilandasi cita-cita dan semangat persatuan kesatuan menuju kemerdekaan Indonesia yang aman, tenteram, damai, adil, dan makmur sebagaimana dideklarasikan pertama kali dalam Kongres Perempuan Indonesia, pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta. “Peristiwa inilah yang kemudian menjadi tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia dan diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Ibu, baik di dalam maupun luar negeri,” katanya. Ditegaskan, Peringatan Hari Ibu juga menunjukkan bahwa perjuangan kaum perempuan Indonesia telah melalui proses sangat panjang dalam mewujudkan persamaan peran dan kedudukannya dengan kaum laki-laki, mengingat keduanya merupakan sumber daya potensial yang menentukan keberhasilan pembangunan. Novy Lumanauw/CAH Investor Daily

Sumber: BeritaSatu