Berita Chapecoense: Gustavo Vargas, Bos Maskapai LaMia Ditangkap Polisi

Maskapai charteran tersebut dalam beberapa hari terakhir ini memang tengah disorot dunia karena dari hasil investigasi menyebutkan bahwa mereka berperan besar terhadap jatuhnya pesawat LaMia dengan nomor penerbangan LMI2933 yang mengangkut Chapecoense, tim sepakbola asal Brazil.
Nasib tragis memang dialami oleh Chapecoense. Bermaksut terbang menuju Kolombia untuk melakoni laga Final Copa Sudamericana 2016 dengan menyarter pesawat milik LaMia, apa yang terjadi kemudian sungguh memilukan karena pesawat jatuh sesaat sebelum mendarat di Medellin. Peristiwa itu menewaskan hampir seluruh pemain Chapecoense dimana hanya ada tiga korban saja yang selamat meski kondisinya pun sangat memprihatinkan.
Dari hasil penyelidikan dan data yang ada, diketahui bahwa pesawat tersebut harus melakukan holding alias menunggu giliran untuk mendarat karena ATC (Air Traffic Control) di bandara masih mendahulukan pesawat lainnya karena mengalami kondisi darurat. Sialnya, pesawat LaMia tersebut ternyata hanya membawa bahan bakar secukupnya sehingga situasi holding yang mereka alami saat itu membuat pesawat pada akhirnya kehabisan bahan bakar sebelum mereka mendarat di tempat yang semestinya.
Diketahui bahwa pihak maskapai LaMia berusaha menghemat pengeluaran yang salah satunya dengan cara menekan pasokan bahan bakar alias hanya memberi secukupnya kepada pesawat yang akan terbang. Pada saat itu salah satu pilot pesawat adalah Miguel Quiroga yang juga merupakan salah satu bos di LaMia bersama dengan Vargas.
Lantaran Quiroga ikut menjadi korban meninggal dalam peristiwa nahas tersebut, maka pihak kepolisian pun menginterogasi Vargas dan kemudian menahannya. Menariknya dalam salah satu pengakuannya, Vargas berkata bahwa tiga hari sebelum kecelakaan itu terjadi ia sudah menyerahkan surat pengunduran dirinya dari perusahaan.
Penyebab kecelakaan yang kemudian diketahui karena pihak maskapai tengah menghemat anggaran bahan bakar tentunya membuat banyak pihak geram. Salah satunya adalah Moises Ribeiro, gelandang Chapecoense yang tidak ikut dalam penerbangan tersebut karena namanya memang tidak dibawa oleh sang pelatih.
Teman-teman saya telah dibunuh. Siapa yang harus disalahkan adalah pilot dalam penerbangan itu karena ia telah menghancurkan hidup mereka, terang Moises.

personalized-baby-books.info data pengeluaran togel singapura Sumber: Sidomi